Jumat, 27 Desember 2013

KALSIUM DARI KULIT TELUR DAN PEMANFAATANNYA

KALSIUM DARI KULIT TELUR DAN PEMANFAATANNYA

     KULIT TELUR 

KULIT TELUR 

Kulit telur merupakan bahan yang sudah tidak asing bagi masyarakat, kulit telur dijumpai hampir diseluruh lapisan masyarakat dan rumah makan ........ bagi masyarakat dan rumah makan kulit telur dimanfaatkan untuk apa ????? 

Berdasarkan hasil analisis laboratorium, komponen kimia utama dari kulit telur adalah kalsium karbonat (CaCO3) mencapai > 93 % 
Berdasarkan kandungan kulit telur tersebut, maka kulit telur merupakan bahan baku utama untuk produksi kalsium oksida (CaO) atau produk lainnya kalsium asetat dll . 


PRODUKSI KALSIUM OKSIDA (CaO) DARI KULIT TELUR 

1. METODE PEMBAKARAN
Secara umum pembuatan kalsium oksida (CaO) dilakukan dengan metode pembakaran batu kapur yaitu CaCO3, dimana pembakaran berlangsung pada temperatur tinggi kurang lebih 1200 C. Demikian pula untuk produksi CaO dari kulit telur juga dapat dilakukan pembakaran pada temperatur tinggi kurang lebih 1100 C : 

                        CaCO3 ------------------>  CaO + CO2
Dari reaksi tersebut diatas, dapat dihitung jumlah produksi CaO yang akan dihasilkan dan berapa kebutuhan bahan baku kulit telur. 


2. METODE REAKSI KIMIA 
Produksi CaO dari kulit telur dapat dilakukan dengan proses kimia, reaksi kimia yang terlibat yaitu : 

                    CaCO3 +  2 HCl  ---------->   CaCl2 + CO2 + H2O                         (1)

                     CaCl2  +  2 NaOH  ---------->  Ca (OH)2 +  2 NaCl                       (2)  
      
                 Ca (OH)2  ---------> CaO + H2O                                                         (3)

Berdasarkan tahapan reaksi yang terjadi, maka produksi kalsium oksida dari kulit telur dengan metode reaksi kimia :

1. Proses pengecilan ukuran kulit telur, kulit telur perlu dilakukan pencucian, pengeringan dan grinding agar mempercepat reaksi kimia, ukuran yang baik adalah yang berukuran kecil yaitu lolos ayakan tepung atau 100 mesh . 
2. Proses reaksi kimia 1, reaksi antara CaCO3 dengan HCl harus dilakukan secara perlahan dan disertai dengan pengadukan lambat, hal ini dilakukan mengingat pada reaksi (1) akan terbentuk gas CO2, gas CO2 yang akan keluar terperangkap dalam air sehingga akan membentuk gelembung2 dan berbusa, pengadukan lambat dimaksudkan untuk mempercepat reaksi dan memperlambat pembentukan busa. Penambahan larutan HCl  tergantung pada jumlah (berat) kulit telur yang diproses.

Jenis reaktor yang sesuai dengan reaksi diatas adalah reaktor Semi Batch ..... dimana serbuk kulit telur dimasukan terlebih dahulu kedalam drum, selanjutnya larutan HCl dimasukan kedalam drum dengan laju alir tertentu dan dilakukan pengadukan lambat.
Berdasarkan pengalaman, reaksi ini berjalan dengan sempurna artinya seluruh serbuk kulit telur akan bereaksi dengan HCl, dan terbentuk Gas CO2 dan berbusa ...... 
Dari reaksi kimia 1 ini akan diperoleh larutan CaCl2 ...... 

3. Proses Reaksi Kimia 2, reaksi antara larutan CaCl2 dengan larutan NaOH, reaksi ini juga dapat dilakukan secara semi batch, yaitu larutan CaCl2 ditempatkan dalam drum, selanjutnya dimasukan larutan NaOH secara perlahan-lahan dan dilakukan pengadukan. Reaksi ini akan menghasilkan 2 produk yaitu produk Ca(OH)2 berupa padatan dan larutan garam (Lar NaCl *) ..... Padatan yang terbentuk akan terhenti setelah tercapai keseimbangan. Produk padat selanjutnya dipisahkan dengan proses filtrasi dan dilakukan pencucian dengan air demin (jangan mempergunakan air PAM karena produk akan berwarna kecoklatan). hal ini disebabkan karena produk Ca(OH)2 padat akan menyerap kotoran dalam air PAM.

4. Proses Pengeringan, proses pengeringan dimaksudkan untuk mengeringkan padatan Ca(OH)2 dalam furnace, temperatur kurang lebih 250 C, untuk melepas H2O  sehingga diperoleh produk CaO yang berwarna putih .....

Berdasarkan hasil analisis diperoleh kadar CaO mencapi 98 - 99,2 % .....

* LARUTAN NaCl yang diperoleh dari proses filtrasi  merupakan larutan yang mengandunng NaCl dengan konsentrasi yang cukup tinggi, larutan ini dapat diolah untuk menghasilkan GARAM, prosesnya sederhana yaitu dengan memanaskan larutan tersebut dbawah matahari dan akan menghasilkan GARAM dengan kualitas TINGGI. Garam yang dihasilkan dapat dijual dan pabrik ini tidak menghasilkan limbah. .

MAAFAT KALSIUM OKSIDA(CaO)
1. Kalsium oksida (CaO) ini dapat dimanfaatkan sebagai kalsium nutrisi , sangat berguna bagi pertumbuhan tulang
2. Kalsium oksida (CaO) dapat dicampurkan pada susu untuk meningkatkan kadar kalsium 
3. Kalsium oksida (CaO) dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk turunan lainnya seperti bedak, CaCO3 light, Bahan Campuran Cat dan sebagainya
4. Kalsium oksida (CaO) dapat dimanfaatkan sebagai katalis dalam produksi biodiesel
5. Kalsium oksida (CaO) dapat direaksikan dengan asam asetat menghasilkan produl kalsium asetat yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan produk bahan bakar gel/padat dengan mencampurkan dengan alkohol.


PELUANG USAHA 
Produksi kalsium oksida (CaO) dari kulit telur ini mempunyai peluang usaha yang cukup baik hal ini disebabkan karena pangsa pasar CaO kualitias tinggi masih terbuka lebar, khususnya jika dipergunakan sebagai nutrisi kalsium. Sedangkan kulit telur merupakan limbah padat yang tidak mempunyai nilai ekonomi.

 Jika ingin membuka usaha produk ini :
1. Lakukan pengkajaian pasar
2. Lakukan kerjasama dengan industri farmasi, susu dan minuman
3. Mengumpulkan kulit telur dari berbagai sumber :  industri, rumah makan, pedagang kaki lima, martabak dan sebagainya  
4. lakukan produksi sesuai dengan prosedur diatas
5. Lakukan pemasaran 


S'MOGA TULISAN INI BERMANFAAT 






























































































5 komentar:

  1. Bagus untuk dicoba...

    Request tulisan proses penyulingan minyak atsiri dari daun nilam atau daun cengkeh pak Tut. Suksma

    BalasHapus
  2. ada penjelsan rinci tentang konsentrasi bahan bahan yg digunakan nggak mas,., ?

    BalasHapus
  3. Terima Kasih bangyak pak ketut
    tulisan nya sangat membantu

    BalasHapus
  4. Kalau boleh tahu, informasi di atas berasal dri referensi buku apa yah? Terima kasih :)

    BalasHapus