Rabu, 09 Mei 2012

PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH SAKIT

PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH SAKIT

Ketut Sumada
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur 
email : ketutaditya@yahoo.com



LATAR BELAKANG
  • Pertumbuhan rumah sakit dan tempat pelayanan medis semakin tinggi 
  • Jumlah limbah yang dihasilkan semakin besar
  • Limbah rumah sakit terdiri dari limbah padat dan cair 
  • Beberapa rumah sakit dan tempat pelayanan medis belum dilengkapi dengan pengolahan limbah 
  • Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pertumbuhan rumah sakit dan tempat pelayanan medis sudah mengkhawatirkan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. 

LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT 

Limbah padat rumah sakit terdiri atas botol obat, jarum suntik, kaleng infus, jeriken sisa bahan kimia, dan sejumlah sisa peralatan medis serta organ-organ tertentu limbah operasi.Limbah ini dapat mencemari lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan. Pengolahan limbah padat ini dapat dilakukan oleh Rumah Sakit atau Pelayanan Medis sendiri maupun dapat dilakukan pengolahan oleh PIHAK KETIGA

PENGOLAHAN LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT
Pengolahan limbah padat rumah sakit pada umumnya dilakukan dengan pembakaran dengan peralatan Incinerator, hasil pembakaran berupa abu. Abu yang keluar dari incinerator selanjutnya diproses untuk menghasilkan batako atau bata pondasi rumah. Dengan Penambahan semen dan pasir kedalam abu, dicetak sesuai ukuran bata pondasi dan dikeringkan. Bata pondasi yang dihasilkan selanjutnya di jual ke Kontarktor pembangunan perumahan-perumahan. 

Proses lain yang mungkin dilakukan yaitu dengan melakukan pengolahan (isolasi) silika yang terkandung dalam abu, dengan proses leaching yaitu menghilangkan senyawa oksida-oksida lain selain silika akan diperoleh produk dengan kadar silika yang tinggi, silika yang didapat dimanfaatkan untuk menghasilkan natrium silika atau silikan gel. 

                    INCINERATOR

Gas buang yang dihasilkan pada incinerator mengandung gas CO2 yang terbanyak, gas ini dapat mengakibatkan pencemaran udara, untuk mengurangi pencemaran gas CO2, dimungkinkan gas CO2 tersebut dari cerobong asap dihubungkan kedalam tangki yang berisi larutan kapur atau (Ca(OH)2). Gas CO2 akan bereaksi dengan larutan Ca(OH)2 menghasilkan produk CaCO3 light (ringan) dan mengapung pada permukaan air. Produk ini sangat bermanfaat bagi kecantikan dan sebagainya.

LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT 
 

Limbah CAIR rumah sakit berasal dari proses pencucian peralatan medis, limbah cair dari pantry (pencucian bahan makanan), dari pencucian lantai, wastetafle (cuci tangan) dan mungkin juga dari hasil pencucian peralatan kamar (pakaian dan sprey). 
Air limbah yang keluar dari seluruh unit kegiatan dialirkan menuju bak penampung air limbah. Pengolahan air limbah ini biasanya dilakukan didalam areal Rumah sakit. 


KUALITAS AIR LIMBAH RUMAH SAKIT 
Kualitas air limbah rumah sakit yang dianalisis hanya konsentrasi COD, BOD dan derajat keasaman (pH), sedangkan parameter yang lainnya tidak dilakukan analisis. Besarnya parameter sebagai berikut : 

COD   = 500 - 650 mg/L
BOD   = 300 - 400 mg/L
pH       = 6-7


PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT

Pengolahan air limbah rumah sakit dengan kualitas air limbah seperti tersebut diatas, dapat dilakukan proses pengolahan secara : 
  1. Proses Kimia-fisika, aplikasi proses kimia dan fisika pada pengolahan air limbah rumah sakit dilakukan dengan proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, sand filter dan adsorpsi karbon aktif. (mekanismenya sama dengan pengolahan air limbah laboratorium, lihat di file blog ini). Pada proses ini COD terdegradasi hingga 90%, BOD : 85% dan derajat keasaman (pH) air limbah yang keluar 8. 
  2. Proses Biologi, aplikasi proses biologi dengan mengkombinasikan proses biologi anaerob dan aerob pada pengolahan air limbah rumah sakit dapat mendegradasi COD dan BOD hingga 95% dan derajat keasamana relatif konstan 6-7. Pada proses biologi anaerob dilakukan dengan "Pertumbuhan Mikroorganisme Melekat", media pertumbuhan mikroorganisme dengan menggunakan media porous alam (batuan dengan permukaan kasar), sedangkan pada proses biologi aerob dilakukan dengan pertumbuhan tersuspensi, tersuspensi terjadi karena injeksi udara kedalam tangki.

Kualitas air limbah hasil pengolahan : 
Proses Kimia-Fisika : 
COD = 50 - 100 mg/L
BOD =  40 - 75 mg/L
pH    =  8

Proses Biologi : 
COD = 40 - 60 mg/L
BOD = 30 - 50 mg/L
pH    =  7


 ***** Semoga Tulisan Ini Bermanfaat *****



2 komentar:

  1. Maaf pak ikut berkomentar, setau saya limbah rumah sakit itu termasuk limbah B3 infeksius. Sehingga setelah dimusnahkan dengan incenerator pun abu nya itu masih termasuk limbah B3.dan setau saya penanganannya juga berbed dengan limbah lainnya. Mohon dikoreksi apabila komentar ini kurang tepat

    BalasHapus
  2. mohon maaf ikut berkomentar, klo masih limbah yg diolah adalah tidak termasuk limbah yg bersifat infeksius ataupun tidak termasuk kategori B3 yah harus menggunakan IPAL untuk jenis limbah cairnya. karena tidak semua limbah rumah sakit itu infeksius. rumah sakit masih punya limbah domestik yg bisa dioleh dengan menggunakan IPAL. klo tidak salah setiap rumah sakit di wajibkan punya IPAL cuma saya referensi peraturannya yang mana.... trimakasih

    BalasHapus