Jumat, 10 Februari 2012

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK UDANG

PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK UDANG SECARA BIOLOGI AEROBIK DENGAN TEKNOLOGI KONTAK-STABILISASI
(TAHUN 2002)

Ketut Sumada
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur
email : ketutaditya@yahoo.com

                                 


TUJUAN
Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk menurunkan konsentrasi bahan pencemar dalam air limbah, menghindari pencemaran lingkungan dan sebagai persyaratan peraturan-peraturan Pemerintah 

KUALITAS AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK UDANG
Air limbah pada industri kerupuk udang bersumber dari proses pencucian udang, proses produksi, pencucian peralatan proses produksi dan pencucian lantai kerja, berdasarkan analisis laboratorium diketahui kualitas air limbah :
1. COD : 335 mg/L
2. BOD : 195 mg/L
3. pH     : 5,95

PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH 
 Berdasarkas kualitas air limbah industri kerupuk udang, makan proses pengolahan yang dapat diaplikasikan :
1. Proses pengolahan kombinasi kimia dan fisik
2. Proses pengolahan kombinasi biologi dan fisik
PERTIMBANGAN PEMILIHAN PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Dalam pembangunan dan operasional instalasi pengolahan air limbah, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan 
1. Kualitas air limbah yang ada
2. Proses pengolahan yang dipilih
3. Teknologi yang akan diaplikasikan 
4. Biaya investasi dan operasional
5. Ketersediaan lahan
4. Ketersediaan sumber daya manusia (SDM)


Air limbah industri kerupuk udang ini dapat dilakukan pengolahan dengan mengkombinasikan proses kimia dan fisik yaitu PROSES KOAGULASI-FLOKULASI dan FILTRASI FLOK. Pada proses pengolahan secara kimia-fisik ini dibutuhkan biaya penyediaan bahan kimia (koagulan/flokulan) yang berpengaruh terhadap biaya operasional, biaya pembuangan flok yang terbentuk. Lahan yang dibutuhkan lebih kecil dibanding pengolahan secara biologi. 
Pada pengolahan air limbah secara biologi aerobik, dibutuhkan blower sebagai sumber udara, sehingga dibutuhkan biaya listrik sebagai biaya operasionalnya. Berdasarkan kajian ekonomi, penerapan pengolahan air limbah secara biologi aerobik lebih ekonomis dibanding dengan proses pengolahan secara kimia untuk industri kerupuk udang.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK UDANG SECARA BIOLOGI AEROBIK DENGAN TEKNOLOGI "KONTAK-STABILISASI".

Pengolahan air limbah industri kerupuk udang melalui berbagai tahapan operasional yaitu :

1. BAK KONTROL (PENAMPUNG AIR LIMBAH) 

Air limbah yang berasal dari pencucian udang, proses produksi, pencucian peralatan dan pencucian lantai kerja dialirkan melalui saluran air limbah menuju ke BAK PENAMPUNG AIR LIMBAH. Bak ini bertujuan untuk menampung sementara air limbah, homogenasi air limbah. Air limbah dari bak penampung dipompa menuju BAK SCREEN

2. BAK SCREEN

Bak screen merupakan suatu bak yang berisi screen, yang berfungsi untuk pemisahan padatan yang terdapat dalam air limbah. Air limbah setelah mengalami proses pemisahan padatan selanjutnya dipompa menuju BAK EQUALISASI.

3. BAK EQUALISASI
Bak equalisasi merupakan proses awal pengolahan air limbah, pada bak ini dapat diisi mikroorganisme maupun tidak. Bak equalisasi ini bertujuan untuk proses pengolahan air limbah awal, pada bak ini diinjeksikan udara kedalamnya agar air limbah tidak berbau. Udara yang diinjeksikan bersumber dari Blower atau sumber lainnya. Pada bak equalisasi dibutuhkan pengontrolan kondisi air limbah seperti bau, derajat keasaman (pH). Pada bak equalisasi dengan injeksi udara dapat menurunkan konsentrasi COD dan BOD kurang lebih 10-30%, hal ini tergantung waktu tinggal air limbah pada bak equalisasi. Air limbah pada bak equalisasi selanjutnya dialirkan ke BAK KONTAK.

4. BAK KONTAK

Pada bak kontak ini merupakan proses utama pengolahan air limbah industri kerupuk udang, pada bak ini diisi mikroorganisme dan injeksi udara. Dengan adanya mikroorganisme dan injeksi udara akan mengakibatkan terjadinya penguraian bahan pencemar menjadi bahan yang lebih sederhana dan tidak berbahaya dan gas. Gas yang dihasilkan biasanya terbuang langsung ke lingkungan. Pada bak ini terjadi penurunan konsentrasi COD dan BOD kurang lebih 90-95%.  Air limbah pada bak ini selanjutnya dialirkan menuju BAK PEMISAH MIKROORGANISME (PENGENDAPAN/CLARIFIER).

5. BAK PEMISAH MIKROORGANISME (PENGENDAPAN/CLARIFIER).

Pada bak pemisahan mikroorganisme ini, mikroorganisme akan mengendap dan dikeluarkan dari dasar bak dan dialirkan menuju BAK PENAMPUNG (PEMEKAT) MIKROORGANISME selanjutnya dipompa (dialirkan) menuju BAK STABILISASI. Sedangkan air bersihnya akan keluar dari bagian atas bak selanjutnya  dialirkan menuju bak KARBON AKTIF selanjutnya air hasil pengolahan ini dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan tanaman atau dibuang langsung ke sungai. 

6. BAK PENAMPUNG (PEMEKAT) MIKROORGANISME

Bak penampung (pemekat) mikroorganisme ini merupakan tempat penampung mikrooragnisme yang berasal dari bak pemisah mikroorganisme (clarifier). Pada bak ini terjadi peningkatan konsentrasi mikroorganisme, mikroorganisme pada bak ini sebagian besar hampir 90 % selanjutnya dialirkan kembali menuju ke BAK STABILISASI dan sisanya dapat dipergunakan untuk memelihara ikan sebagai sumber makanan.

7. BAK STABILISASI

Pada bak stabilisasi ini, mikroorganisme distabilkan dengan cara menginjeksikan udara kedalam bak stabilisasi, mikroorganisme yang telah mengalami proses stabilisasi ini selanjutnya dialirkan kembali ke BAK KONTAK untuk prose utama pengolahan air limbah. Proses ini berlangsung secara kontinyu 24 jam. 


HASIL PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH
 Kualitas air limbah yang telah mengalami proses pengolahan secara biologi aerobik :
1. COD   : 25,5 mg/L
2. BOD   : 15,7 mg/L
3. pH : 7,23 


********* SEMOGA BERMANFAAT***********



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar